Senin, 29 November 2010

Sistem Context-Aware Tematic-Service

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa peangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertenru yang tersimpan di dalam perangkat.

Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-paramet itu.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu;
  1. The acquisition of context. Halini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh ; pemilihan konteks likasi,dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misal : GPS) untuk melihat situasi atau posisi lokasi tersebut.
  2. The abstraction and understanding of context. Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimaa informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
  3. Application behaviour based on the recognized context. Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat meahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu ;

  1. Proximate selection. Proximate selection adlah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada di dekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempt dan pilihan.
  2. Automatic contextual reconfiguratin. Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasisistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic recinfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda. Contextual reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi, sebagai contoh, sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
  3. Contextual information and commands. Kegiatan manusia bisa di prediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika beada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu ke lokasi lainya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalama directory. Sebagai contoh, ketika user berada dikantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan. Ketika user bralih ke dapur user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
  4. Context-triggered actions. Cara kerja context-triggered actions sma dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk mamacu aksi yang akan dilakukan.

Minggu, 28 November 2010

Manajemen Data Telematika

Manajemen data melibatkan semua disiplin yang berhubungan dengan manajemen data sebagai sumber daya yang berguna. Definisi resmi dari DAMA (Demand Assigened Multiple Access) adalah "manajemen data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan praktik, dan prosedur secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan". Definisi ini cukup luas dan mencakup sejumlah profesi yang tidak bersentuhan langsung dengan aspek tingkat rendah manajemen data seperti manajemen basis data relasional.

Telematika merupakan istilah yang dimaksudkan untuk menyebut telekomunikasi dan informatika. Telematika aalah ilmu yang berkaitan dengan penyimpanan informasi menggunakan peralatan telekomunikasi.

Informatika merupakan ilmu yang memepelajari transformasi data pada mesin yang dapat melakukan komputasi. Sedangkan tlekomunikasi merujuk pada teknik (komunikasi) untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tampat lainya. Komponen dasar telekomunikasi adalah : informasi, pengiriman informasi, penerima informasi, dan media transmisi. Media transmisi sangat berpengaruh dalam penentuan bentuk komunikasi nantinya.

Suatu manajemen data pasti menggunakan yang namanya jaringan client-server. Arsitektur jaringan client-server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer sebagai client dan server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai server. Server ini bertugas memeberikan layanan kepada terminal-terminal lainya yang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut clientnya. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (erver komunikasi).

Beberapa macam aplikasi server
  1. two-tier architecture, contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.
  2. Three-tier architecture, contoh : aplikasi berbasis web.

Lingkungan Komputasi

Komputasi sebetulnya bisa di artikan sebagai suatu cara untuk menyelesainkan sebuah masalah dari inputan data dengan menggunakan algoritma. Bila kita melihat kembali ke beberapa tahun nyang lalu, perhitungan dan komputasi sering dilakuakn dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadakng-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer. Ini merupakan sebuah kemajuan teknologi yang membuat beberapa persoalan hidup kita menjadi lebih baik dan lebih mudah.

Lingkungan komputasi merupakan suatu ruang lingkup atau lingkungan tempat bekerjanya suatu sistem yang telah berbasiskan komputer. Lingkungan komputasi bisa di klasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya di dihubungkan yang terdiri atas empat kategori berikut ini:
  1. Single Instruction Stream-Single Data Stream (SISD), terdiri dari sat processor dan biasa juga di sebut komputer sekuensial. Contohnya komputer model Van Neumann
  2. Single Instruction Stream-Multiple Data Stream (SISMD), terdiri dari sejumlah processor dan aliran data, tetapi hanya memiliki satu instruksi/program. Setiap processor memiliki memori lokal dan duplikasi program yang sama sehingga masing-masing proses akan mengeksekusi instruksi/program yang sama, tetapi pada data yang berbeda dan processor bekerja secara sinkron sehingga mendukung paralelisasi pada proses komputasi data.
  3. Multiple Instruction Stream-Single Data Stream (MISD), terdapat sejumlah processor, kontrol unit dan aliran instruksi tetapi hanya memiliki satu aliran data. Data yang ada di common memoy akan dimanipulasi secara bersamaan oleh semua processor akibatnya akan terjadi kendala jika sejumlah processor melakukan update data sedangkan data yang lama masih di butuhkan oleh sejumlah processor lainya. Sampai saat ini belum ada implementasi mesin komputer yang memnuhi kategori ini.
  4. Multiple Instruction Stream-Multiple Data Stream (MIMD), terdapat sejumlah processor, aliran instruksi dan aliran data. Setiap processor memiliki kontrol unit, memori lokal serta memori bersama (Shared Memory) yang mendukung proses paralelisasi dari sisi data dan instruksi. Processor dapat bekerja sesuai dengan instruksi program yang berbeda dan pada data yang berbeda. Processor juga dapat bekerja secara asinkron.

Kebutuhan Middleware

Dalam pmerograman client-server tingkat lanjut, adalam menungkinkan untuk membangun sebuah aplikasi dengan dasar platform pemrograman yang berbeda-beda. Dalam pemrograman jaringan biasa/konvensional, maka tidak akan mampu untuki mengkoneksikan dua atau lebih platform yang berbeda. Misalnya ada dua buah server aplikasi yang dibangun oleh masing-masing java dan C++, sedangkan clientnya dibanugn dengan menggunakan delphi. Untuk membangun aplikasi itu maka dibutuhkan lapisan yang bisa menghubungkan platform pemrograman yang berbeda, lapisan yang dimaksudkan ini adalah diistilahkan dengan middleware.

Middleware pada tataran implementasi merupakan sebuah paket program instant yang dipakai pada suatu platform pemrograman tertentu, sedangkan pada tataran konsep, middleware merupakan sebuah lapisan untuk lalulintas penghubung komunikasi antar objek dari sistem yang berbeda.

Ada beberapa jenis middleware, seperti ORB ( Object Request Broker), RMI (Remote Method Invocation), MOM (Message Oriented Middleware).

Beberapa keuntungan penggunaan middleware antara lain,
  1. Investasi awal dalam modal dan biaya operasi lebih kecil
  2. Peggunaan middleware standara dapat memperpendek siklus pengembangan dari 50% sampai 70%
  3. Studi menunjukan bahwa tidak ada kunci untuk menggunakan pengembangan aplikasi middleware standar tingkat kegagalan proyek komersial lebih tiggi dari 90%
  4. Dengan middleware standar, sebuah perusahaan dapat berada diatas sisten yang ada atau warisan atau menambahkan fitur baru di luar modul, dan menetapkan meraka dengan sistem yang ada.

Apa yang kalian harapkan dengan adanya telematics service?

Telematics service merupakan sumber pengetahuan atau tempat dimana informasi bisa di dapat secara lebih akurat, lebih tepat, dan lebih mudah. Karena di dalamnya terdapat layanan-layanan yang dapat membantu seseorang untuk lebih mengenal informataika dan ilmu komputer lainya yang terus berkembang.

Dengan adanya layanan informatika, diharapkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidupmasyarakat. Selain itu pendayagunaan leyanan telematika sering terhambat oleh kemampuan masyarakat menggunakannya.

Agar layanan telematika dapat di percepat, maka pemerintah di harapan memberikan perhatian lebih bagi berkembangnya standar antar muka berbasis bahasa indonesia untuk mempermudah penduduk yang tidak mampu berbahasa asing.

Selasa, 09 November 2010

perbedaan Speech Recognition dengan Speech Synthesis

PERBEDAAN SPEECH SYNTHESIS DENGAN SPEECH RECOGNITION

Speech synthesis :

  • Pelengkap dari speech recognition. Ide agar dapat berbicara dengan komputer merupakan hal yang menarik bagi banyak user, khususnya bagi mereka yang tidak bisa komputer.

  • Banyak usaha untuk membangun Speech Recognition System, tapi banyak menemui ketidaksuksesan.


Speech Recognition :

  • Dikenal dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition) merupakan suatu sistem yang dapat mengidentifikasi seseorang dari suara dimana merubah suara menjadi tulisan.
  • Bagi Tuna netra, Speech Synthesis menawarkan media komunikasi dimanamereka memilikiakses yang tidak terbatas